blog

Do Good Things Through Startup

Permasalahan sampah merupakan merupakan masalah bagi kita semua, termasuk juga bagi kita, para pemuda Indonesia. Beberapa waktu lalu, 10Pemuda berkesempatan untuk berbincang dengan Kak Muhammad Ichsan atau akrab dipanggi Kak Ichsan tentang solusi dari permasalahan sampah. Beliau adalah CEO dari perusahaan rintisan berbasis teknologi bernama Octopus.Ina. Octopus.Ina merupakan perusahaan rintisan yang mengembangkan aplikasi pick-up recycle untuk sampah kemasan atau post consumer packaging yang masuk dalam kategori PET atau polyethylene terephthalate.

Kak Ichsan bersama dengan tim Octopus.Ina mencoba untuk mendaur ulang kemasan PET agar dapat kembali digunakan untuk mengemas produk yang sama. Kak Ichsan bercerita bahwa di tahun 2018, ia dan rekannya tertarik untuk membuat perusahaan rintisan di bidang sampah karena melihat bidang tersebut sebagai grey market atau bisa dikatakan tidak memiliki standarisasi yang jelas. Dari ketertarikan tersebut, Kak Ichsan kemudian bertemu dengan pemilik industri daur ulang kemasan PET dan mulai merumuskan sebuah solusi untuk permasalahan sampah.

Bersama dengan timnya, Kak Ichsan kemudian mencoba memetakan permasalah yang ada. Dari hasil riset dan pemetaan, Kak Ichsan melihat bahwa permasalaha terletak pada supply chain management sampah tersebut. Di bagian hulu ada banyak pemulung yang memiliki sampah berjenis PET namun tidak dihargai dengan baik dan tidak dikontrol kualitas sampahnya, kemudian di bagian hilir, ada industri pengolahan sampah PET yang tidak mendapatkan sampah sesuai target yang mereka butuhkan.

Melihat permasalahan tersebut, Kak Ichsan mencoba melakukan pemetaan pemangku kepentingan yang terdiri dari pengguna, pemulung, pelapak/bank sampah/collection center, dan industri. Setelah itu, Kak Ichsan melakukan proses jual-beli manual untuk membuktikan formulanya. Setelah terbukti berhasil, Kak Ichsan dan tim mulai membangun 3 jenis aplikasi, yaitu untuk pengguna, untuk pemulung, dan untuk bank sampah, pelapak, serta checkpoint. Hingga saat ini, sudah ada 16.000 pengguna, 1.700 pemulung, dan 718 checkpoint di kota Makassar yang bergabung dalam Octopus.Ina.

Untuk mencapai jumlah pengguna, pemulung, dan checkpoint tersebut, Kak Ichsan dan tim melakukan proses rekrutmen dan pelatihan. Dalam proses tersebut pemulung dan pengurus checkpoint melakukan registrasi dan diberikan pelatihan tentang jenis-jenis sampah, perhitungan harga sampah, dan kontrol kualitas sampah. Keberhasilan Octopus.Ina di Makassar mendorong Kak Ichsan dan timnya untuk ekspansi ke Denpasar dan Jakarta.

Di akhir perbincangannya, Kak Ichsan juga memberi tips bagi kita yang ingin mendirikan perusahaan rintisan loh! Menurut Kak Ichsan, ketika memulai perusahaan rintisan, penting bagi kita untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat guna. Setelah konsep permasalahan dan solusinya terbentuk, kita harus melakukan porses riset dan membuat prototipe untuk membuktikan bahwa konsep permasalahan dan solusi yang kita bawa merupakan konsep yang tepat guna dan dapat diimplementasikan.

Kak Ichsan juga mengingatkan bahwa ketika ingin membuat perusahaan rintisan, pastikan dampak yang akan kita berikan bagi target pasar kita sesuai dengan kebutuhan mereka. Maka, penting bagi kita mencari tahu apa yang membuat orang ingin terlibat dalam ekosistem perusahaan rintisan yang kita dirikan. Pastikan juga, target pasar kita bisa mendapat manfaat langsung dari solusi yang kita hadirkan melalui perusahaan rintisan tersebut.

Jadi, gimana nih, Youthizen, sudah siap membangun perusahaan rintisan yang dapat membawa manfaat bagi sekitar kita?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *