Uncategorized

Pemuda dan Inisiatif Sosial

Membangun Inisiatif sosial merupakan salah satu karakteristik yang sepatutnya ada dalam diri pemuda Indonesia. Inisiatif sosial ini dapat ditumbuhkan melalui kesadaran diri sendiri terhadap masalah atau kebutuhan yang dimiliki suatu masyarakat maupun komunitas di Indonesia. Dengan adanya kepekaan ataupun inisiatif sosial ini, YouthTizen dapat memperkecil jurang permasalahan pada masyarakat Indonesia. Tapi, apakah YouthTizen sudah mengetahui lebih lanjut, kira-kira inisiatif sosial seperti apa sih yang sepatutnya tumbuh dalam pemuda Indonesia dan bagaimana tips untuk membangun sikap tersebut?

Nah, teman-teman 10 Pemuda, pada hari Selasa tanggal 11 Agustus 2020, 10Pemuda mengadakan talkshow melalui akun youtube @10pemuda. Tema yang dibawakan pada kegiatan tersebut adalah semangat kolaborasi pemuda dan keberagaman Indonesia yang sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika dengan judul “Pemuda dan Inisiatif Sosial”. Tema ini diambil dari salah satu pilar 10 Pemuda, yakni Aku Indonesia yang juga memiliki nilai turunan berupa Cinta Daerah, Bhinneka Tunggal Ika, Cinta Tanah Air. Pada kesempatan tersebut, telah hadir Kak Butet Manurung selaku pendiri Sokola Institue dan juga Kak Billy Mambrasar yang merupakan staff khusus kepresidenan dan juga pendiri dari Kitong Bisa.

Talkshow ini sendiri diawali dengan sesi bersama Kak Butet dengan menjelaskan awal berdirinya Sokola Institue pada tahun 2003 yang memberikan kesempatan kepada masyarakat dat untuk bisa ngenyam pendidikan secara layak. Kak Butet bersama para pendiri lainnya menuturkan motivasinya menderikan sekolah tersebut adalah karena beliau ingin masyarakat adat dapat mempertahankan haknya baik terhadap tanah, budaya, maupun terhadap nasib sendiri. Menariknya dalam sekolah tersebut, Kak Butet bersama teman-temannya tinggal bersama masyarakat adat dengan masa bakti minimal dua tahun. Pengajaran pun dilakukan dengan bahasa lokal dan menyesuaikan waktu serta cara dari masyarakat adat.

Selain motivasi, Kak Butet juga menjelaskan mengenai inisiatif yang telah dijalankan Sokola Institue yang terbagi dalam tiga pilar. Pilar pertama adalah dengan melaksanakan pendidikan yang sesuai dengan adat. Pilar kedua adalah mengkampanyekan “Local Knowledge for The World”. Adapun pilar ketiga adalah mengadvokasikan kepada stake holder dalam mendukung keberadaan masyarakat adat mengenai cara pendidikan yang akan dilakukan dan memiliki pusat pengembangan pengetahuan tersendiri.

Menanggapi kehadiran volunteer dalam kegiatan yang ada, Kak Butet menjelaskan bahwa memiliki modal baik saja tidak cukup. Hal ini diibaratkan dengan niat baik peserta seperti dengan menginisiasikan pemberian sepatu kepada masyarakat adat. Kak Butet melihat bahwa adanya pemberian sepatu justru akan mengurangi kekebalan kaki masyarakat adat yang semula sudah kuat tanpa perlu memakai alas kaki. Sehingga dalam hal ini, volunteer juga sebaiknya perlu memiliki kepekaan tertentu dalam melihat masalah dan kebutuhan masyarakat adat agar tepat guna.

Selain itu, Kak Butet memberikan tips kepada YouthTizen yang akan melakukan inisiatif sosial, yakni YouthTizen perlu memiliki sikap rendah hati dan membumi. YouthTizen harus mengenali sasaran yang ada dan belajar dari mereka terlebih dahulu. Hal ini diperlukan mengingat dengan mementingkan komunitas yang ada dan berbasis pada persoalan, tentu inisiatif yang ada akan lebih tepat sasaran.

Adapun dalam sesi Kak Billy, ia menjelaskan mengenai motivasinya mendirikan Kitong Bisa yang terinspirasi dari tiga orang di hidupnya, yakni Papanya yang merupakan guru selama empat puluh tahun, Kak Butet dengan kisah Sokola Instituenya, dan juga cerita dari Andrea Hirata mengenai Laskar Pelangi. Motivasi ini mendapat dorongan lebih lanjut ketika Kak Billy merasa bahwa bekerja di perusahaan minyak bukanlah passionnya sehingga ia memutuskan untuk keluar dan beralih profesi untuk mengajar.

Dalam memberikan tips mengenai inisiatif sosial pun Kak Billy juga sependapat dengan Kak Butet, yakni YouthTizen perlu memastikan kebutuhan utama masyarakat dengan cara maping, assesment, dan juga membina hubungan. Kak Billy juga mengacu pada kata-kata Mental Hero dengan menekankan pada aspek ketulusan seseorang dalam melakukan inisiatif sosial dibandingkan niat sendiri untuk terlihat unggul ataupun keren. Kak Billy juga menambahkan bahwa menurutnya hari dimana seseorang melakukan inisiatif sosial, maka hari itu adalah hari dimana mereka dapat lebih mengenal diri sendiri.

Bagaimana? Sudah terpikir ingin melakukan inisiatif sosial belum YouthTizen? Pastikan inisiatif mu ini tepat sasaran dan tepat guna ya!

Penulis: Mudhya Razanne Tiara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *