Uncategorized

Mindfulness Workshop

Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Nadja Tazkiya

“Look past your thoughts, so you may drink the pure nectar of This Moment.” – Rumi.

Menghabiskan waktu lebih dari 100 hari dalam pusaran karantina mandiri tentu dapat membuat kita merasa stres dan mempengaruhi kesehatan mental. Beberapa waktu lalu, tim 10Pemuda mendapat kesempatan untuk berbincang dengan kak Nadya Ridha Rachmatunisa, S.Psi dan diajarkan tentang teknik mindfulness yang dipercaya mampu memperbaiki kesehatan mental.

Kak Nadya menjelaskan bahwa ketika kita terbiasa melakukan suatu hal, otak kita akan melakukan hal tersebut secara otomatis sehingga kita tidak lagi memberikan perhatian penuh terhadap hal-hal yang kita lakukan. Hal tersebut menyebabkan kondisi maladaptive daydreaming dimana kita terus menerus berkhayal, memikirkan hal-hal lain, dan sulit fokus pada situasi yang ada. Menurut kak Nadya, manusia menghabiskan 47% waktu dalam sehari untuk berkelana dalam pikirannya.

Ketika hal tersebut terjadi, pikiran, emosi, dan produktifitas kita dapat terpengaruh karena bisa saja kita jadi terus-menerus memikirkan masa lalu dan menyesalinya atau memikirkan masa depan dan merasakan kekhawatiran berlebihan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kak Nadya mencoba mengenalkan teknik mindfulness pada kita.

Untuk memahami lebih jauh tentang teknik mindfulness, kita terlebih dahulu harus memahami apa yang dimaksud dengan mindfulness. Mindfulness adalah keadaan dimana kita menaruh perhatian secara penuh, hadir secara utuh, dan menyadari pikiran-pikiran serta perasaaan-perasaan kita tanpa memberikan judgement pada perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran tersebut.

Dengan mindfulness, kita dapat merasakan dan menerima emosi yang hadir hingga emosi itu pergi begitu saja dan tidak menjadi emosi yang tidak dapat diselesaikan. “Menurut studi, mindfulness mampu membantu pengembangan emosi serta keterampilan regulasi atau perilaku.” Kata kak Nadya. Mindfulness dapat membantu kita melihat pikiran-pikiran kita dengan lebih objektif, meningkatkan perfroma akademis, dan meningkatkan kemampuan sosial kita.

Kak Nadya mengatakan bahwa mindfulness dapat dilatih setidaknya 10 menit dalam sehari. Mindfulness dapat dilatih secara formal dengan cara duduk sejenak, menutup mata, kemudian merasakan dan mengamati pikiran dan emosi yang muncul. Mindfulness juga dapat dilatih secara informal dengan berusaha fokus terhadap apa yang kita kerjakan melalui beberapa cara seperti; merasakan pernapasan kita, merasakan gerakan tubuh kita, mindful listening, mindful walking, dan mindful movement.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *