Uncategorized

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Ala Pemuda

 

Waktu: 5 menit (membaca dengan kecepatan normal)
Penulis: Mudhya Razanne Tiara

“Lebih baik sakit hati, dari pada sakit gigi”

Pernah mendengarkan kalimat di atas? Memangnya benar ya kalau sakit hati tidak semenyakitkan sakit gigi? Eits, jangan salah! Menurut Dokter Ika, salah satu dokter spesialis konservasi gigi dari komunitas Kejora Indonesia, justru banyak pasiennya mengaku lebih tidak enak sakit gigi, lho! Penasaran? Yuk simak penjelasannya!

Nah, teman-teman 10 Pemuda, pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2020, 10Pemuda mengadakan talkshow melalui akun instagram @10pemuda. Tema yang dibawakan pada kegiatan tersebut adalah mengenai kesehatan gigi dengan judul talkshow “Tips Menjaga Kesehatan Gigi Ala Pemuda”. Tema ini berangkat dari sebuah kepercayaan bahwa menjaga kesehatan gigi merupakan aspek yang penting dalam hidup. Hal ini dikarenakan kesehatan gigi sangatlah berpengaruh pada penampilan dan juga kepercayaan diri seseorang di sekolah maupun di tempat kerja, lho!

Kegiatan talkshow ini sendiri berkolaborasi dengan komunitas Kejora Indonesia dengan akun instagramnya @kejora.indonesia. Kejora Indonesia merupakan komunitas non-profit beranggotakan praktisi kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dokter gigi spesialis, psikolog, dan lain-lain. Kejora Indonesia sendiri sangat berfokus pada kesehatan anak usia dini dan keluarga dan memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan dengan cara-cara yang menarik. Salah satu acara tersebut merupakan kegiatan talkshow bersama 10 Pemuda ini mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi.

Dalam talkshow ini, dr. Fery Ariska Dewi, spKG selaku pembicara menjelaskan pertama kali mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik bagi pemuda. Dokter Ika menilai bahwa mulut merupakan gerbang pertama bagi asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, sehingga dengan mulut dan gigi yang terjaga maka aktivitas mengonsumsi makanan akan lebih nyaman dan nikmat serta nutrisi dari makanan yang dikonsumsi akan tetap terjaga. Fungsi lainnya adalah mengenai kenyamanan berbicara yang dalam hal ini berbicara dinilai akan lebih sulit bila seseorang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut seperti sariawan. Fungsi berikutnya adalah untuk menunjang penampilan dan percaya diri. Dengan adanya gigi yang terawat disertai dengan wangi mulut yang segar, tentu kepercayaan diri pun akan meningkat.

Dokter Ika juga mengingatkan akan bahaya gigi berlubang yang mungkin terjadi bila seseorang kurang merawat gigi. Ia menilai bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa gigi geraham akan lebih cepat berisiko mengalami gigi berlubang. Selain itu bahaya karang gigi juga disampaikan Dokter Ika kerap terjadi pada pemuda. Bagian gigi yang paling rentan terkena dampak karang gigi merupakan bagian belakang gigi seri bagian rahang atas dan bawah. Kedua hal ini disebabkan karena umumnya meski telah rajin menyikat gigi, namun bagian-bagian gigi tersebut kerap terlewatkan atau tidak tersikat dengan baik. Adapun bila karang gigi dan lubang gigi terjadi, implikasi yang sering terjadi adalah dapat menimbulkan bau mulut pada seseorang. Pilihan yang dapat diambil apabila kedua bahaya gigi tersebut terjadi adalah dengan membersihkan karang gigi ataupun mencabut gigi yang berlubang dengan didahului oleh konsultasi ke dokter gigi dan foto X-ray.

Selain itu, Dokter Ika juga menyebutkan mengenai bahaya gigi yang tumbuh tidak sesuai pertumbuhan gigi yang normal seperti tumbuh secara miring atau menghimpit gigi yang lain. Umumnya gigi yang seperti ini terjadi pada gigi yang baru tumbuh di bagian gusi rahang belakang. Bahaya yang dapat terjadi dari hal ini adalah dapat menyebabkan sisa makanan tersangkut di gigi tersebut yang dapat menyebabkan bakteri mengendap dan merusak gigi atau membengkakan gusi. Sehingga, kerap kali solusi atas hal ini adalah dengan operasi gigi bungsu pada kasus di mana kapasitas rahang/kecil tidak mampu menyediakan tempat bagi gigi tersebut. Selain itu, bagi kasus gigi yang tidak rapih atau tumpang tindih, Dokter Ika menyarankan untuk memakai kawat gigi agar susunan gigi kembali rapih. Permasalahan lainnya yang kerap terjadi pada banyak pemuda lainnya adalah kasus gigi patah yang mungkin terjadi saat melakukan aktivitas seperti olahraga. Hal ini sendiri dapat diatasi dengan perawatan dan pengembalian estetika gigi.

Menariknya pula, Dokter Ika juga menjelaskan mengenai sariawan yang kerap terjadi secara rutin. Secara kesehatan, hal ini dapat terjadi khususnya pada wanita karena efek hormonal saat menstruasi atau menjelang menstruasi. Stress yang umumnya dialami oleh para pemuda juga bisa dikaitkan dengan sariawan yang kerap muncul. Bakteri yang bersarang pada kondisi mulut yang kering juga bisa menimbulkan hal serupa.

Merespon bahaya kesehatan gigi dan mulut yang kerap terjadi, penting bagi pemuda untuk rajin menggosok gigi sebanyak minimal dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Adapun waktu penambahan kegiatan menggosok gigi ini dapat dilakukan pada sore hari maupun saat siang hari. Kegiatan menggosok ini juga disarankan untuk dilakukan satu jam setelah makan. Pasta gigi yang disarankan pun yang mengandung flouride karena dapat membantu menguatkan gigi. Penggunaan benang gigi juga disarankan agar dapat membersihkan gigi dari sisa makanan secara maksimal. Sikat gigi juga perlu diganti minimal tiga bulan. Adapun untuk mencegah adanya gigi berlubang atau untuk membersihkan karang gigi maka disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan setiap enam bulan sekali.

Bagaimana? Enggak mau kan merasakan sakit gigi yang katanya akan lebih sakit dari sakit hati? yuk jaga kesehatan gigimu dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi seperti saran dari Dokter Ika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *