Uncategorized

Berdamai Dengan Tenggat Waktu

Dalam memenuhi tugas ataupun pekerjaan di sekolah maupun di tempat kerja, tentu kita pernah merasakan suatu tekanan batin. Tekanan batin atau stress ini umumnya akan meningkat ketika seseorang dihadapkan pada pemenuhan tugas dengan tenggat waktu yang tidak lama lagi harus mereka capai. Hal ini pun merujuk pada hasil survei dari laman pekerjaan CareerCast yang  menyatakan bahwa 38% orang menganggap adanya tenggat waktu/deadline sebagai sumber terbesar kecemasan dalam menjalani tugas. 

 

Bagi sebagian orang, kecemasan yang dirasakan dapat menjadi hal yang mendorong pada efektivitas dalam melakukan tugas, namun bagi mereka yang belum mampu mengendalikan kecemasan/tekanan batin tersebut maka hal ini dapat menjadi sebuah hambatan yang besar. Hal ini tercermin dari sebuah teori psikologi yang menyatakan bahwa orang-orang dengan kepribadian ambisius, pekerja keras, dan perfeksionis akan lebih cenderung menemukan diri mereka kesulitan mengatur waktu menjelang tenggat waktu. Hal ini dipicu oleh keinginan dan ambisi untuk mencapai kesempurnaan dalam pekerjaan mereka,  sehingga mereka akan cenderung memakan waktu yang lama. Di sisi lain, orang dengan kepribadian yang fleksibel dan santai pun dapat pula merasakan tekanan batin ini karena tidak memiliki pengorganisasian diri yang baik. 

 

Susanna Newsonen dalam artikelnya “How to Excel Despite Deadline Stress” menyatakan terdapat tujuh langkah untuk memacu diri menyelesaikan tugas meskipun dalam keadaan tekanan batin karena deadline. Langkah pertama adalah dengan membagi tugas ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan seseorang untuk bisa menyelesaikan tugas secara satu per satu. Hal ini juga menjadi suatu tahap yang efektif karena pada umumnya ketika seseorang mengalami tekanan batin, ia cenderung akan mengalami kesulitan dalam memilih bagian mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu pada sekumpulan tugas yang besar. Langkah ini dapat didukung dengan membuat daftar pekerjaan terlebih dahulu dan menandai urutan pekerjaan sesuai yang akan dikerjakan terlebih dahulu. 

 

` Langkah kedua pun masih merujuk pada pembagian pekerjaan dan pembuatan daftar. Apabila daftar pekerjaan telah dibuat, maka lakukan pekerjaan dari hal yang ringan hingga pekerjaan yang berat. Adapun faktor lain yang perlu diperhatikan adalah seberapa signifikan suatu pekerjaan tersebut dan pekerjaan apa yang sekiranya perlu segera diselesaikan. Atas dasar ketiga pertimbangan tersebut, maka hal itu akan memudahkan kita dalam menentukan prioritas pekerjaan. Akan tetapi, pada langkah ketiga pun dijelaskan bahwa apabila seseorang masih belum mampu melaksanakan tugas yang berat, maka ia dapat kembali pada tugas yang ringan dan melanjutkan tugas yang berat tersebut segera setelahnya. Hal ini akan membuat pikiran kita tetap berjalan lancar dan tetap produktif. 

Langkah keempat dan kelima sangat berkaitan dengan kesehatan fisik. Seringkali tekanan batin yang dialami tentu akan menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Oleh karenanya, akan lebih baik apabila suatu pekerjaan dimulai dengan melakukan sejumlah latihan diri. Kita dapat melakukan yoga, senam ringan, hingga brain gym untuk meningkatkan energi. Dengan melakukan sejumlah gerakan tubuh ini maka tubuh akan memproduksi dan memompa oksigen lebih banyak ke otak  yang sangat berguna bagi kelancaran berpikir. Adapun, langkah kelima adalah perlunya memahami asupan dan istirahat yang cukup. Kita dapat menerapkan strategi Pomodoro, yakni dengan melakukan pekerjaan selama tiga puluh menit dengan fokus, kemudian memberikan waktu istirahat selama lima menit. Strategi Pomodoro ini membutuhkan konsistensi yang waktu yang baik, sehingga apabila dilakukan dengan benar maka seseorang akan mampu mencapai keefektifan dan produktivitasnya meski dikejar tenggat waktu. 

 

Langkah keenam dan ketujuh terkait dengan kesehatan mental. Kita dapat memasang lagu maupun aroma terapi agar lebih rileks saat mengejar tenggat waktu. Salah satu yang direkomendasikan terkait hal ini adalah dengan mendengarkan Subliminal Sound. Subliminal Sound sendiri memiliki frekuensi bunyi yang diatur sedemikian rupa untuk memengaruhi alam bawah sadar kita untuk bisa lebih tenang dan fokus dalam memenuhi suatu tugas. Adapun langkah terakhir adalah dengan memahami bahwa kita tidaklah sendiri. Kita dapat meminta bantuan atau keringanan tugas apabila suatu tenggat waktu belum bisa dicapai sesuai harapan. 

 

Tujuh langkah tersebut sangat perlu dipahami agar kita tetap dapat efektif dalam memenuhi tugas. Selain itu, ada baiknya pula agar kita mampu menyicil pekerjaan agar tekanan batin menjelang tenggat waktu ini dapat diminimalisir. Adapun, dengan memerhatikan sejumlah kondisi yang ada dan tetap fokus maka semua pekerjaan tentu dapat terselesaikan dengan baik dan tekanan batin dapat dikelola menjadi hal yang positif. 

 

Sumber Referensi: 

Newsonen, S. (n.d.). How To Excel Despite Deadline Stress. Retrieved from Happyologist: https://happyologist.co.uk/growth/how-to-excel-despite-deadline-stress/

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *