Uncategorized

Terancamnya Bahasa Daerah di Indonesia

Berbicara tentang keragaman budaya Indonesia hampir tidak ada habis nya. Ini disebabkan karena Indonesia memiliki jumlah keragaman budaya yang sangat banyak. Salah satu keragaman budaya tersebut adalah bahasa. Bahasa sendiri diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Dengan adanya bahasa manusia akan mudah untuk menyampaikan pesan hingga ide dan gagasan nya yang ingin disampaikan kepada orang lain.

Tahukah kamu, kalau Indonesia merupakan negara ke-2 di dunia dengan jumlah bahasa daerah terbanyak di dunia? Ya, data ini telah dikonfirmasi per tahun ini oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bahwa Indonesia memiliki 718 bahasa daerah. Bahasa-bahasa daerah tersebut tersebar di seluruh penjuru negara, dan bagian timur Indonesia merupakan jumlah terbanyak dengan jumlah hingga 400 lebih bahasa. Melihat kergaman bahasa daerah di Indoenesia sudah sepatutnya kita sebagai warga negara bangga akan hal tersebut dan melestarikannya dengan berbagai cara seperti, menjadi penutur bahasa tersebut, hingga memperkenalkan kepada masyarakat luas.

Akan tetapi, banyaknya keragaman bahasa daerah di Indonesia tidak terlepas dari persoalan. Dilansir dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, sudah ada 11 bahasa daerah yang dinyatakan punah. Kebanyakan, daerah yang telah teridentifikasi punah berada di bagian timur Indonesia. Lebih dari itu, ada 25 bahasa daerah dikategorikan terancam punah, dan ini juga terjadi di wilayah timur Indonesia yaitu, Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Mengapa hal ini dapat terjadi? Menurut Pelaksana tugas Kepala Badan Bahasa Kemendikbud, Dadang Sunendar, hal ini terjadi lantaran penutur dari bahasa daerah tersebut sangat sedikit, apalagi bahasa daerah yang dikategorikan terancam punah , usia penutur nya di atas usia 20 tahun dan mereka tidak mewariskan bahasa tersebut hingga akhir hayat nya.

Adanya ancaman serius terhadap salah satu kekayaan budaya bangsa ini, menjadi perhatian serius oleh banyak pihak. Banyak upaya dilakukan untuk melestarikan bahasa-bahasa tersebut, tetapi secara realistis memang sulit untuk menjaga agar seluruh bahasa daerah tetap ada. Hal ini pun dikatakan oleh Dadang Sunendar, jika sumber daya manusia, biaya hingga jarak menyulitkan dalam pengupayaan pelestaran bahasa daerah. Akan tetapi, tetap ada beberapa cara untuk melestarikan bahasa tersebut, seperti melakuakn upaya konservasi dan revitalisasi. Konservasi dilakukan dengan cara mendokumentasikan bahasa daerah dalam bentuk kamus atau buku bacaan. Lalu, revitalisasi dilakukan di satuan institusi pendidikan dan juga komunitas masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat Indonesia pun diharapkan dapat membantu melestarikan bahasa-bahasa daerah dengan cara ikut mempeljari bahasa daerah dan membantu upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *