Uncategorized

Corona dan Masyarakat

Terhitung sejak awal tahun 2020 hingga kini, masyarakat dunia nampak diresahkan oleh kemunculan wabah virus baru yang disebut sebagai Virus Corona. Tidak hanya menimbulkan dampak bagi kesehatan, penularan virus ini ternyata juga membawa sejumlah dampak sosial. Adapun virus yang vaksinnya masih dalam proses pengembangan ini juga membuat sejumlah negara dan masyarakat di dalamnya perlu mengambil langkah cepat terkait pencegahan dari virus corona yang penularannya lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan saat wabah SARS pada tahun 2003 yang lalu.

Virus Corona sendiri pertama kali teridentifikasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir tahun 2019. Virus yang memiliki nama lain berupa 2019-nCOV ini merupakan jenis virus zoonis yang dapat menular melalui hewan dan manusia. Meski tergolong ke dalam kelompok virus yang menyebabkan flu, namun Virus Corona tergolong ke dalam virus yang baru dan masih belum ditemukan vaksinnya. Virus yang masih diselidiki lebih lanjut penyebab kemunculannya ini memiliki tingkat penyebaran kasus yang tinggi. Hal ini ditandai oleh data terbaru yang diluncurkan oleh Map of Coronavirus 2019-nCOV Global Cases oleh Johns Hopkins CSSE, yang menyatakan bahwa hingga 6 februari 2020 terdapat 28.344 orang di seluruh dunia teridentifikasi positif Virus Corona dengan jumlah kasus kematian yang mencapai angka 565 jiwa (Idham, 2020).

Di lansir dari laman World Health Organization, Virus Corona memiliki gejala yang serupa dengan penderita yang mengalami gejala flu seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, hingga batuk kering. Gejala tersebut pun muncul setelah dua hingga empat belas hari setelah terkena paparan virus. Adapun penyebarannya dapat melalui kontak fisik, udara, maupun kontak mata dengan objek yang telah terpapar Corona. Meski penyebaran yang luas dan jumlah kasus yang banyak, pengidap Virus Corona sendiri masih memiliki peluang sembuh yang cukup signifikan melalui perawatan yang intensif. Hal ini terbukti dari adanya laporan sebanyak 1.337 orang yang sembuh setelah dirawat secara intensif di rumah sakit.

Selain menimbulkan keresahan terkait kesehatan, terdapat guncangan sosial-politik dan ekonomi di dalam masyarakat dunia. Hal ini tercermin dari lonjakan harga masker N95 di masyarakat. Di sejumlah negara, khususnya China, jumlah masker di pasaran menjadi menipis dan banyak orang rela membeli masker meski dengan harga yang sangat mahal. Hal tersebut pun berimbas kepada negara-negara lain. Dalam hal ini pemerintah Jepang turut mencanangkan produksi masker besar-besaran untuk masyarakatnya, melihat kasus Corona yang juga telah memasuki negaranya. Tidak hanya masker yang turut melonjak naik, sejumlah maskapai pesawat di berbagai negara dikabarkan tidak dapat beroperasi pada rute ke daerah Wuhan atau beberapa daerah di China lainnya. Hal ini menyebabkan harga tiket pesawat menjadi sangat mahal ke daerah-daerah tersebut.
Pemerintah China sendiri turut mengambil langkah pengisolasian sejumlah

wilayah untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut dan kerap menyediakan fasilitas perawatan bagi para pasien Corona. Hal ini membuat masyarakat khususnya pada daerah Wuhan sendiri saling meneriakan kata semangat kepada satu sama lain dari tempat tinggalnya masing-masing. Di sisi lain, dokter dan perawat menjadi basis terdepan dalam menangani pasien Corona walau memiliki risiko tertular yang tinggi dan kelelahan yang luar biasa.

Adapun pemerintah Indonesia juga mengupayakan sejumlah usaha terkait pencegahan dan penanganan Virus Corona itu sendiri. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia turut membantu kepulangan WNI yang berada di Wuhan dan menyediakan sejumlah fasilitas karantina di Natuna. Sejumlah kasus yang terindikasi Virus Corona juga langsung mendapat penanganan medis sebagai bentuk pencegahan walaupun belum sepenuhnya teridentifikasi positif Corona.

Adapun Virus Corona yang ada perlu lah tetap disikapi dengan bijak. Menerapkan gaya hidup yang bersih, berolahraga untuk meningkatkan sistem imun, dan menjaga konsumsi makanan yang bersih dapat menjadi langkah awal mencegah penularan Virus Corona. Selain itu masyarakat pun dapat meminimalisir keresahan yang terjadi dengan tidak menyebarkan pemberitaan yang belum tervalidasi dengan baik. Sehingga dalam hal ini bukan saja dampak dari kesehatan yang segera pulih, namun dampak sosial juga dapat teratasi dengan baik.

Sumber:

Idham, A. M. (2020, Februari 6). Gejala Virus Corona dan Daftar Info Penting yang Perlu Diketahui. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/gejala-virus-corona-dan-daftar-info-penting-yang-perlu-diketahui-exja
WHO. (2020). Coronavirus. Retrieved from World Health Organization: https://www.who.int/health-topics/coronavirus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *