How To Build Values in Business with Lepas Wear

Posted Leave a commentPosted in blog

Beberapa waktu lalu tim 10Pemuda berkesempatan untuk berbincang dengan kak Maya Ramadiyani, founder dari lini pakaian Lepas Wear. Dalam perbincangan dengan kak Maya, ia berbagi ceritanya tentang proses lahirnya Lepas Wear.

Bermula dari proses self-healing yang ia jalani, kak Maya menyadari bahwa manusia akan mencapai puncak tertinggi ketika bisa bermanfaat bagi orang lain. Merasa belum melakukan apa-apa, kak Maya pun mulai kembali berkarya untuk berbagi. Kak Maya menginginkan karya yang ia hasilkan bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Hal pertama yang muncul dalam pikirannya ketika ingin menghasilkan karya yang dapat bermanfaat adalah berkarya dengan pakaian.

Pakaian dipilih karena kak Maya merasa ada banyak pengalaman dan rasa yang timbul ketika memakai sehelai pakaian. Ia ingin pakaian yang ia hasilkan bisa memberikan perasaaan dan pengalaman nyaman bagi orang lain. Menurut kak Maya, tubuh kita bisa merasakan bahan pakaian yang dikenakan. Ketika bahan yang dipakai adalah bahan yang alami dan ramah dengan kulit, tubuh kita pun akan dengan mudah bereaksi. Akhirnya, lahir lah Lepas Wear, sebuah lini pakaian yang menggunakan bahan natural.

Nama Lepas ia ambil dari perjalanan self-healing yang membuatnya menyadari bahwa akar permasalahan hidup adalah ketika kita sulit melepaskan. Kak Maya merasa sangat beruntung karena telah belajar melepaskan dan ingin berbagi pengalamannya dengan orang-orang di luar sana.

Kecintaannya pada jenis bahan linen membuat kak Maya kemudian mempelajari bahan linen lebih jauh. Dari temannya yang juga pemilik toko kain, ia belajar tentang jenis bahan linen dan tencel yang berasal dari tumbuhan dan sudah tersertifikasi ramah lingkungan. Ia menjadi semakin yakin bahwa linen dan tencel adalah jenis kain yang tepat untuk ia gunakan. “kalau aku pakai pakaian dengan bahan yang baik, mungkin aku bisa bersinergi dengan alam semesta lebih baik lagi,karena bahan ramah lingkungan dan ramah juga buat aku.” kata kak Maya.

Dalam menjalankan Lepas Wear, kak Maya berusaha untuk terus mempertahankan nilai yang ia pegang. Lepas Wear lahir dari keinginan belajar melepaskan. Nilai yang selalu ingin dihadirkan adalah tentang melepaskan, tentang menampilkan kesederhanaan, dan tentang kehidupan sebagai suatu proses belajar yang tidak pernah berhenti.

Ketika memasarkan produknya, Lepas Wear juga selalu berusaha untuk menjaga hubungan personal dengan pembeli. Kak Maya bahkan menulis sendiri setiap surat yang ia kirimkan untuk orang-orang yang membeli produknya. Tak jarang, ketika ingin membeli produk banyak pembeli yang terlebih dahulu bercerita. Ada juga yang membeli produk Lepas Wear karena ingin mendapat surat dari kak Maya.

Menjalankan bisnis dengan tetap berpegang pada nilai membawa keuntungan tersendiri bagi kak Maya. Ketika keuntungan penjualan sedang tidak stabil, kak Maya dan tim selalu mengingat tentang niat awal mereka mendirikan Lepas Wear. Dari situ, mereka merasa mendapat keuntungan lain yaitu kesempatan untuk berbagi.

 

Kick-Start Your Business

Posted Leave a commentPosted in blog

 

Waktu: 5 menit (membaca dengan kecepatan normal)

 

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai apapun, mulai belajar, menabung, bahkan membuka bisnis sendiri”

 

Membuka bisnis kini mulai menjadi bagian dari sebagian besar pemuda Indonesia. Bisnis yang dibuat pun dapat beragam bentuknya, baik dalam bentuk kuliner, pakaian, otomotif, dan masih banyak lagi. Bisnis menjadi lebih mudah seiring dengan kemajuan teknologi dan media sosial dewasa kini. YouthTizen tidak perlu lagi bersusah payah memasarkan produknya dengan menjajakannya pada sebuah lapak atau toko karena media sosial seperti instagram kini menjadi pilihan yang menguntungkan dalam menjangkau konsumen lebih banyak. Barang produksi pun jadi lebih mudah sampai ke tangan pembeli tanpa membutuhkan banyak tenaga karena dapat diantarkan langsung oleh berbagai kurir pengiriman.

Nah, teman-teman 10 Pemuda, pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2020, 10Pemuda mengadakan talkshow melalui akun youtube @10pemuda. Tema yang dibawakan pada kegiatan tersebut adalah mengenai cara untuk memulai berbisnis dengan judul “Kick-Start Your Business”. Tema ini diambil dari salah satu pilar 10 Pemuda, yakni Aku Berkarya yang juga memiliki nilai turunan berupa semangat berwirausaha. Pada kesempatan tersebut, terdapat Muhammad Abror yang merupakan Abang Jakarta 2019 dan merupakan pemiliki bisnis Bangku House Indonesia. Selain itu terdapat Bramta K. Ginting yang merupakan pemiliki bisnis Bara yang bergerak di bidang kuliner dan mengangkat tema Indonesia.

Dalam talkshow ini, Abror menjelaskan bahwa motivasinya membuka bisnis adalah karena ia menginginkan mempunyai rumah yang memiliki furnitur dengan keunikan nilai tradisionalnya. Selain itu, Abror juga melihat bahwa dalam suatu bisnis, khususnya bisnis dengan nilai tradisional. Dalam hal ini, Abror mengetahui bahwa sasaaran awalnya adalah pasar internasional. Hal ini pun sebenarnya dilandasi oleh wawasannya akan cukup banyaknya permintaan pasar di Eropa maupun Maldives yang menginginkan furnitur dengan sentuhan etnik. Dari hal ini sendiri sebenarnya menunjukan bahwa target pasar perlu disesuaikan dengan permintaan pasar, sekalipun permintaan tersebut datang dari luar negeri.

Untuk memulai bisnis, Abror memberikan saran untuk tidak membuka investasi yang overhead costnya melebihi dari apa yang bisa diamankan. Sederhananya, ketika baru membuka bisnis, disarankan untuk tidak terlalu banyak mengeluarkan modal yang tidak perlu. Abror menyarankan untuk juga memanfaatkan jejaring atau koneksi yang ada untuk menghematt pengeluaran.

Dalam pengalaman Bramta, ia menjelaskan mengenai pengalaman uniknya sebelum mendirikan bisnisnya. Awalnya ia bekerja sebagai marketing komunikasi selema beberapa tahun di suatu perusahaan. Akan tetapi, kenaikan jabatan yang tidak kunjung terwujud membuatnya memutuskan untuk membuka bisnis sendiri. Menariknya adalah bisnis tersebut terinspirasi dari kekasihnya dan keinginan Bramta membuat suatu produk dengan poin penjualan yang unik. Modal yang dipakai oleh Bramta dalam mendirikan usahanya pun berasal dari uang hasil kerjanya sendiri. Ia melihat bahwa ada baiknya untuk tidak terlalu idealis dalam membuka suatu usaha. Hal ini dijelaskan lebih lanjut bahwa walau seseorang mendapatkan modal dari orang tuanya, namun akan lebih baik apabila modal tersebut juga berasal dari pengetahuan maupun hasil riset sendiri agar usaha yang ada dapat lebih berkembang lagi. Selanjutnya, Bramta juga menjelaskan mengenai pentingnya melihat peluang yang ada di pasar.

Tips dari Bramta sebelum YouthTizen ingin membuka bisnis adalah dengan bekerja pada perusahaan atau orang lain terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan dengan bekerja di suatu perusahaan terlebih dahulu, maka akan ada pelajaran ataupun wawasan yang bisa dipetik untuk diterapkan pada bisnis yang dimiliki nantinya. Oleh karenanya, penting pula untuk bisa menetapkan pekerjaan apa yang sekiranya memberikan nilai bisnis/kewirausahaan.

Bagaimana YouthTizen? Sudah tertarik untuk membuka bisnis sendiri kah?

 

Penulis: Mudhya Razanne Tiara

Mindfulness Workshop

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized
Waktu membaca: 3 menit

Penulis: Nadja Tazkiya

“Look past your thoughts, so you may drink the pure nectar of This Moment.” – Rumi.

Menghabiskan waktu lebih dari 100 hari dalam pusaran karantina mandiri tentu dapat membuat kita merasa stres dan mempengaruhi kesehatan mental. Beberapa waktu lalu, tim 10Pemuda mendapat kesempatan untuk berbincang dengan kak Nadya Ridha Rachmatunisa, S.Psi dan diajarkan tentang teknik mindfulness yang dipercaya mampu memperbaiki kesehatan mental.

Kak Nadya menjelaskan bahwa ketika kita terbiasa melakukan suatu hal, otak kita akan melakukan hal tersebut secara otomatis sehingga kita tidak lagi memberikan perhatian penuh terhadap hal-hal yang kita lakukan. Hal tersebut menyebabkan kondisi maladaptive daydreaming dimana kita terus menerus berkhayal, memikirkan hal-hal lain, dan sulit fokus pada situasi yang ada. Menurut kak Nadya, manusia menghabiskan 47% waktu dalam sehari untuk berkelana dalam pikirannya.

Ketika hal tersebut terjadi, pikiran, emosi, dan produktifitas kita dapat terpengaruh karena bisa saja kita jadi terus-menerus memikirkan masa lalu dan menyesalinya atau memikirkan masa depan dan merasakan kekhawatiran berlebihan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kak Nadya mencoba mengenalkan teknik mindfulness pada kita.

Untuk memahami lebih jauh tentang teknik mindfulness, kita terlebih dahulu harus memahami apa yang dimaksud dengan mindfulness. Mindfulness adalah keadaan dimana kita menaruh perhatian secara penuh, hadir secara utuh, dan menyadari pikiran-pikiran serta perasaaan-perasaan kita tanpa memberikan judgement pada perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran tersebut.

Dengan mindfulness, kita dapat merasakan dan menerima emosi yang hadir hingga emosi itu pergi begitu saja dan tidak menjadi emosi yang tidak dapat diselesaikan. “Menurut studi, mindfulness mampu membantu pengembangan emosi serta keterampilan regulasi atau perilaku.” Kata kak Nadya. Mindfulness dapat membantu kita melihat pikiran-pikiran kita dengan lebih objektif, meningkatkan perfroma akademis, dan meningkatkan kemampuan sosial kita.

Kak Nadya mengatakan bahwa mindfulness dapat dilatih setidaknya 10 menit dalam sehari. Mindfulness dapat dilatih secara formal dengan cara duduk sejenak, menutup mata, kemudian merasakan dan mengamati pikiran dan emosi yang muncul. Mindfulness juga dapat dilatih secara informal dengan berusaha fokus terhadap apa yang kita kerjakan melalui beberapa cara seperti; merasakan pernapasan kita, merasakan gerakan tubuh kita, mindful listening, mindful walking, dan mindful movement.

How to Survive New Normal Emotionally

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized
Waktu: 5 menit (membaca dengan kecepatan normal)
Penulis: Mudhya Razanne Tiara

New Normal telah menjadi era baru sejak mewabahnya pandemi COVID-19. New Normal sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh pemerintah untuk merujuk pada sebuah tatanan baru kehidupan untuk dalam beradaptasi dengan COVID-19. Dengan adanya tatanan baru ini, pemerintah mengharapkan agar masyarakat dapat tetap produktif selama pandemi berlangsung dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai standar. Tatanan ini tentunya membutuhkan respon yang sesuai dari masyarakat baik secara fisik maupun emosional. Secara fisik, masyarakat dapat tetap bekerja dengan sistem jadwal tertentu, dapat melakukan transaksi jual beli dengan pembatasan fisik yang tepat, tetap menggunakan masker ketika melakukan kegiatan, dan tetap rajin mencuci tangan. Adapun, bagaimana sebenarnya cara beradaptasi dalam tatanan New Normal secara emosional?

Nah, teman-teman 10 Pemuda, pada hari Selasa tanggal 14 Juli 2020, 10Pemuda mengadakan talkshow melalui akun instagram @10pemuda. Tema yang dibawakan pada kegiatan tersebut adalah mengenai kondisi New Normal yang dialami pemuda khususnya bagi pelajar dengan judul talkshow “How to Survive New Normal Emotionally #Akucermat.

Tema ini dilandasi mengenai tatanan baru yang tentu berimbas pada perubahan rutinitas masyarakat yang menyebabkan kondisi emosi dan psikologis juga akan berubah. Nah, bila emosi dan psikologis ini tidak terkendali dengan baik, umumnya seseorang bisa mengalami penurunan kesehatan mental yang dapat memengaruhi produktivitas selama masa New Normal.

Dalam talkshow ini, Mbak Pratiwi Widyasari M.Psi selaku narasumber menjelaskan pertama kali mengenai perubahan rutinitas yang kerap terjadi di masa New Normal. Rutinitas yang berubah menyebabkan seseorang kehilangan kendali atas waktu dan perlu menyesuaikan diri dengan tata waktu yang baru. Hal ini sendiri sebenarnya bisa terlihat dari sebagian orang yang mengalami stress karena waktu kerja yang menjadi tidak jelas atau berlebihan dan sebagian orang yang merasa terlalu jenuh karena waktu bersantai yang lebih senggang. Selain itu, perubahan rutinitas ini juga kerap diiringi oleh tantangan lainnya seperti banyaknya ketidakpastian, pengurangan intensitas interaksi dengan orang lain, pengurangan dukungan dari lingkungan, dan lain-lain.

Tantangan-tantangan tersebut yang dikhawatikan Mbak Wiwid dapat menimbulkan sejumlah kondisi terkait kesehatan mental yang memengaruhi produktivitas. Adapun ia menjelaskan bahwa sejatinya terdapat indikator seseorang sehat secara mental dalam menjalani aktivitas sehari-hari, yang berdasarkan World Health Organization (WHO) tahun 2001 sebagai keadaan di mana seseorang sadar akan potensi diri sendiri, mampu mengatasi masalah hidup, mampu bekerja secara produktif, dan mampu berkontribusi kepada lingkungannya. Bersinggungan dengan kondisi mental, Mbak Wiwid memberikan salah satu contoh yang dekat dengan kehidupan pemuda seperti adanya kondisi stres akademik. Stres akademik sendiri merupakan keadaan seseorang mempunyai masalah ataupun reaksi fisik dan pikiran yang negatif yang muncul akibat adanya tuntutan akibat keadaan akademisnya. Hal ini dapat berupa seperti adanya tuntutan akan tugas yang menumpuk, tuntutan terkait nilai, komparisasi keadaan pembelajaran dulu dan sekarang, hingga kesulitan untuk mendapatkan materi pembelajaran yang baik.

Oleh karenanya, untuk menjaga kesehatan mental dan emosional ini sangat penting untuk seseorang mampu membuat dan menyesuaikan rutinitas pada jadwal yang baru. Mbak Wiwid juga menyarankan untuk memupuk rasa empati kepada sesama pelajar/pemuda yang mengalami kondisi yang kurang produktif dan efektif terkait pembelajaran. Rasa empati ini dapat dilakukan dengan mencoba memahami kondisi satu sama lain, saling menanyakan kabar, dan saling memberi dukungan. Hal ini lah yang dapat mengubah pandangan dan kondisi mental seseorang atau masyarakat ke arah yang lebih positif, yakni dengan memberikan kenyataan bahwa kita tidak sendiri dalam menghadapi masalah yang ada dan dapat saling bangkit kembali untuk menguatkan satu sama lain.

Oleh karenanya, jangan lupa untuk membuat penjadwalan yang baru agar bisa menciptakan rutinitas dan suasana yang produktif, ya YouthTizen! Selain itu tidak ada salahnya untuk saling memberikan dukungan emosional satu dengan yang lainnya bukan?

 

 

Pemuda dan Obesitas

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized
Waktu Membaca: 3 Menit
Penulis: Nadja Tazkiya

Pada 7 Juli 2020 lalu, 10Pemuda mengadakan talkshow tentang Pemuda dan Obesitas. Dalam talkshow tersebut, kami berkesempatan untuk ngobrol bareng Tim Peneliti Obesitas dari Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI dan dua teman 10Pemuda yang berhasil mengalahkan obesitas alias menurunkan berat badan.

Tim Peneliti Obesitas Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI telah melakukan penelitian tentang obesitas dan remaja sejak tahun 2018 dan masih berlangsung hingga saat ini. Dari penelitian yang telah dilakukan, Arif Wibowo, S.Sos, S.Hum, M.Hum (Mas Arif) salah satu peneliti dari Tim Peneliti Obesitas menjelaskan kalau anak-anak yang gemuk memilih aktivitas yang nggak banyak melibatkan gerak tubuh, mereka lebih suka yang berbau ilmu pengetahuan atau yang ilmiah seperti Debat atau KIR. Mas Arif, dalam penelitiannya, menemukan bahwa kebanyakan yang gemuk adalah anak yang pintar. Mas Arif menyayangkan fenomena tersebut karena anak yang gemuk cenderung lebih rentan terkena penyakit dan memiliki angka harapan hidup yang lebih rendah. “Bahaya untuk masa depan karena mereka pintar tapi umurnya nggak panjang, jadi nggak maksimal dalam berkontribusi untuk pembangunan.” Kata mas Arif.

Obesitas pada remaja juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sekolah di Indonesia. Dr. Johana Debora Imelda, MA (Mba Debby) mengatakan bahwa kurikulum di Indonesia yang sangat padat menyebabkan anak jadi kurang melakukan aktivitas fisik. Ditambah lagi, waktu istirahat yang kurang memaksa anak untuk memakan makanan yang ada di sekolah tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya yang cenderung tinggi gula dan tinggi lemak. Kemudian, Sofyan Cholid, S.Sos, M.Si (Mas Sofyan) juga mengatakan kalau anak-anak memiliki uang jajan di kisaran Rp. 10.000 – Rp. 30.000 yang digunakan untuk membeli jajanan yang relatif nggak sehat.

Nah, melihat hasil penelitian yang dipaparkan oleh Tim Peneliti Obesitas, tim 10Pemuda jadi semakin penasaran untuk mendengar secara langsung pengalaman terkena obesitas yang dirasakan oleh Muhammad Rafi Atthariq (Thariq) dan Yasmine Shafa (Yasmine). Menurut Thariq, saat masih memiliki berat badan yang tinggi Thariq sering merasa ngantuk dan ketiduran di kelas, tapi setelah memulai proses diet, Thariq merasa lebih aktif di kelas dan prestasi akademiknya pun meningkat. Thariq juga mengatakan kalau di masa pandemi ini, ia memiliki lebih banyak waktu untuk memperhatikan pola makan dan berolahraga. “Kalau biasanya kan sibuk kuliah, trus kalau lagi nggak sibuk kuliah temen-temen suka ngajak main game. Jadi kurang gerak.” Kata Thariq.

Selain Thariq, ada juga Yasmine yang menceritakan pengalamannya untuk menurunkan berat badan. Yasmine bilang, kalau ia pernah melakukan pola diet yang salah dengan hanya memakan satu buah biskuit setiap harinya karena ingin berat badannya cepat turun. Ia mengaku bahwa proses diet yang ia lakukan dipengaruhi oleh banyaknya orang yang mengomentari tubuhnya. Tapi, lama-lama Yasmine menyadari kalau proses diet yang ia lakukan belum tepat dan membuat mentalnya jadi lemah. “Niat nurunin berat badan itu harus dari diri sendiri, karena kalau dari orang lain mental kita jadi lemah.” Kata Yasmine. Yasmine pun mencoba mencari tahu tentang pola diet yang benar. Yasmine mengatakan bahwa yang terpenting adalah jumlah kalori yang masuk seimbang dengan jumlah kalori yang dikeluarkan. Jadi, saat ini, Yasmine sudah mulai memperbaiki pola makannya dan rutin melakukan olahraga lari untuk membakar kalori.

Di akhir sesi talkshow, Thariq dan Yasmine memberikan tips dalam menghadapi obesitas. Thariq berpesan bahwa remaja yang obesitas harus menumbuhkan motivasi supaya tergerak mau olahraga dan menjaga kesehatan tubuh. Berbeda dengan Thariq, Yasmine malah memberikan pesan untuk orangtua dari anak-anak yang terkena obesitas agar lebih bijak dalam memberitahu anak untuk menurunkan berat badan, “orang tua harus mencontohkan bukan cuma nyuruh-nyuruh” kata Yasmine. Perkataan Yasmine juga sejalan dengan tips dari mas Sofyan agar orang tua lebih sering mengajak anaknya main keluar dan paksa untuk tidak membawa gawai, “tunjukin ke anak-anak kalau ada banyak hal yang bisa dilakukan di luar.” Kata mas Sofyan.

 


		
			

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Ala Pemuda

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized

 

Waktu: 5 menit (membaca dengan kecepatan normal)
Penulis: Mudhya Razanne Tiara

“Lebih baik sakit hati, dari pada sakit gigi”

Pernah mendengarkan kalimat di atas? Memangnya benar ya kalau sakit hati tidak semenyakitkan sakit gigi? Eits, jangan salah! Menurut Dokter Ika, salah satu dokter spesialis konservasi gigi dari komunitas Kejora Indonesia, justru banyak pasiennya mengaku lebih tidak enak sakit gigi, lho! Penasaran? Yuk simak penjelasannya!

Nah, teman-teman 10 Pemuda, pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2020, 10Pemuda mengadakan talkshow melalui akun instagram @10pemuda. Tema yang dibawakan pada kegiatan tersebut adalah mengenai kesehatan gigi dengan judul talkshow “Tips Menjaga Kesehatan Gigi Ala Pemuda”. Tema ini berangkat dari sebuah kepercayaan bahwa menjaga kesehatan gigi merupakan aspek yang penting dalam hidup. Hal ini dikarenakan kesehatan gigi sangatlah berpengaruh pada penampilan dan juga kepercayaan diri seseorang di sekolah maupun di tempat kerja, lho!

Kegiatan talkshow ini sendiri berkolaborasi dengan komunitas Kejora Indonesia dengan akun instagramnya @kejora.indonesia. Kejora Indonesia merupakan komunitas non-profit beranggotakan praktisi kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dokter gigi spesialis, psikolog, dan lain-lain. Kejora Indonesia sendiri sangat berfokus pada kesehatan anak usia dini dan keluarga dan memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan dengan cara-cara yang menarik. Salah satu acara tersebut merupakan kegiatan talkshow bersama 10 Pemuda ini mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi.

Dalam talkshow ini, dr. Fery Ariska Dewi, spKG selaku pembicara menjelaskan pertama kali mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik bagi pemuda. Dokter Ika menilai bahwa mulut merupakan gerbang pertama bagi asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, sehingga dengan mulut dan gigi yang terjaga maka aktivitas mengonsumsi makanan akan lebih nyaman dan nikmat serta nutrisi dari makanan yang dikonsumsi akan tetap terjaga. Fungsi lainnya adalah mengenai kenyamanan berbicara yang dalam hal ini berbicara dinilai akan lebih sulit bila seseorang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut seperti sariawan. Fungsi berikutnya adalah untuk menunjang penampilan dan percaya diri. Dengan adanya gigi yang terawat disertai dengan wangi mulut yang segar, tentu kepercayaan diri pun akan meningkat.

Dokter Ika juga mengingatkan akan bahaya gigi berlubang yang mungkin terjadi bila seseorang kurang merawat gigi. Ia menilai bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa gigi geraham akan lebih cepat berisiko mengalami gigi berlubang. Selain itu bahaya karang gigi juga disampaikan Dokter Ika kerap terjadi pada pemuda. Bagian gigi yang paling rentan terkena dampak karang gigi merupakan bagian belakang gigi seri bagian rahang atas dan bawah. Kedua hal ini disebabkan karena umumnya meski telah rajin menyikat gigi, namun bagian-bagian gigi tersebut kerap terlewatkan atau tidak tersikat dengan baik. Adapun bila karang gigi dan lubang gigi terjadi, implikasi yang sering terjadi adalah dapat menimbulkan bau mulut pada seseorang. Pilihan yang dapat diambil apabila kedua bahaya gigi tersebut terjadi adalah dengan membersihkan karang gigi ataupun mencabut gigi yang berlubang dengan didahului oleh konsultasi ke dokter gigi dan foto X-ray.

Selain itu, Dokter Ika juga menyebutkan mengenai bahaya gigi yang tumbuh tidak sesuai pertumbuhan gigi yang normal seperti tumbuh secara miring atau menghimpit gigi yang lain. Umumnya gigi yang seperti ini terjadi pada gigi yang baru tumbuh di bagian gusi rahang belakang. Bahaya yang dapat terjadi dari hal ini adalah dapat menyebabkan sisa makanan tersangkut di gigi tersebut yang dapat menyebabkan bakteri mengendap dan merusak gigi atau membengkakan gusi. Sehingga, kerap kali solusi atas hal ini adalah dengan operasi gigi bungsu pada kasus di mana kapasitas rahang/kecil tidak mampu menyediakan tempat bagi gigi tersebut. Selain itu, bagi kasus gigi yang tidak rapih atau tumpang tindih, Dokter Ika menyarankan untuk memakai kawat gigi agar susunan gigi kembali rapih. Permasalahan lainnya yang kerap terjadi pada banyak pemuda lainnya adalah kasus gigi patah yang mungkin terjadi saat melakukan aktivitas seperti olahraga. Hal ini sendiri dapat diatasi dengan perawatan dan pengembalian estetika gigi.

Menariknya pula, Dokter Ika juga menjelaskan mengenai sariawan yang kerap terjadi secara rutin. Secara kesehatan, hal ini dapat terjadi khususnya pada wanita karena efek hormonal saat menstruasi atau menjelang menstruasi. Stress yang umumnya dialami oleh para pemuda juga bisa dikaitkan dengan sariawan yang kerap muncul. Bakteri yang bersarang pada kondisi mulut yang kering juga bisa menimbulkan hal serupa.

Merespon bahaya kesehatan gigi dan mulut yang kerap terjadi, penting bagi pemuda untuk rajin menggosok gigi sebanyak minimal dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Adapun waktu penambahan kegiatan menggosok gigi ini dapat dilakukan pada sore hari maupun saat siang hari. Kegiatan menggosok ini juga disarankan untuk dilakukan satu jam setelah makan. Pasta gigi yang disarankan pun yang mengandung flouride karena dapat membantu menguatkan gigi. Penggunaan benang gigi juga disarankan agar dapat membersihkan gigi dari sisa makanan secara maksimal. Sikat gigi juga perlu diganti minimal tiga bulan. Adapun untuk mencegah adanya gigi berlubang atau untuk membersihkan karang gigi maka disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan setiap enam bulan sekali.

Bagaimana? Enggak mau kan merasakan sakit gigi yang katanya akan lebih sakit dari sakit hati? yuk jaga kesehatan gigimu dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi seperti saran dari Dokter Ika!

Instagram Feeds

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized

Berdamai Dengan Tenggat Waktu

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized

Dalam memenuhi tugas ataupun pekerjaan di sekolah maupun di tempat kerja, tentu kita pernah merasakan suatu tekanan batin. Tekanan batin atau stress ini umumnya akan meningkat ketika seseorang dihadapkan pada pemenuhan tugas dengan tenggat waktu yang tidak lama lagi harus mereka capai. Hal ini pun merujuk pada hasil survei dari laman pekerjaan CareerCast yang  menyatakan bahwa 38% orang menganggap adanya tenggat waktu/deadline sebagai sumber terbesar kecemasan dalam menjalani tugas. 

 

Bagi sebagian orang, kecemasan yang dirasakan dapat menjadi hal yang mendorong pada efektivitas dalam melakukan tugas, namun bagi mereka yang belum mampu mengendalikan kecemasan/tekanan batin tersebut maka hal ini dapat menjadi sebuah hambatan yang besar. Hal ini tercermin dari sebuah teori psikologi yang menyatakan bahwa orang-orang dengan kepribadian ambisius, pekerja keras, dan perfeksionis akan lebih cenderung menemukan diri mereka kesulitan mengatur waktu menjelang tenggat waktu. Hal ini dipicu oleh keinginan dan ambisi untuk mencapai kesempurnaan dalam pekerjaan mereka,  sehingga mereka akan cenderung memakan waktu yang lama. Di sisi lain, orang dengan kepribadian yang fleksibel dan santai pun dapat pula merasakan tekanan batin ini karena tidak memiliki pengorganisasian diri yang baik. 

 

Susanna Newsonen dalam artikelnya “How to Excel Despite Deadline Stress” menyatakan terdapat tujuh langkah untuk memacu diri menyelesaikan tugas meskipun dalam keadaan tekanan batin karena deadline. Langkah pertama adalah dengan membagi tugas ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan seseorang untuk bisa menyelesaikan tugas secara satu per satu. Hal ini juga menjadi suatu tahap yang efektif karena pada umumnya ketika seseorang mengalami tekanan batin, ia cenderung akan mengalami kesulitan dalam memilih bagian mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu pada sekumpulan tugas yang besar. Langkah ini dapat didukung dengan membuat daftar pekerjaan terlebih dahulu dan menandai urutan pekerjaan sesuai yang akan dikerjakan terlebih dahulu. 

 

` Langkah kedua pun masih merujuk pada pembagian pekerjaan dan pembuatan daftar. Apabila daftar pekerjaan telah dibuat, maka lakukan pekerjaan dari hal yang ringan hingga pekerjaan yang berat. Adapun faktor lain yang perlu diperhatikan adalah seberapa signifikan suatu pekerjaan tersebut dan pekerjaan apa yang sekiranya perlu segera diselesaikan. Atas dasar ketiga pertimbangan tersebut, maka hal itu akan memudahkan kita dalam menentukan prioritas pekerjaan. Akan tetapi, pada langkah ketiga pun dijelaskan bahwa apabila seseorang masih belum mampu melaksanakan tugas yang berat, maka ia dapat kembali pada tugas yang ringan dan melanjutkan tugas yang berat tersebut segera setelahnya. Hal ini akan membuat pikiran kita tetap berjalan lancar dan tetap produktif. 

Langkah keempat dan kelima sangat berkaitan dengan kesehatan fisik. Seringkali tekanan batin yang dialami tentu akan menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Oleh karenanya, akan lebih baik apabila suatu pekerjaan dimulai dengan melakukan sejumlah latihan diri. Kita dapat melakukan yoga, senam ringan, hingga brain gym untuk meningkatkan energi. Dengan melakukan sejumlah gerakan tubuh ini maka tubuh akan memproduksi dan memompa oksigen lebih banyak ke otak  yang sangat berguna bagi kelancaran berpikir. Adapun, langkah kelima adalah perlunya memahami asupan dan istirahat yang cukup. Kita dapat menerapkan strategi Pomodoro, yakni dengan melakukan pekerjaan selama tiga puluh menit dengan fokus, kemudian memberikan waktu istirahat selama lima menit. Strategi Pomodoro ini membutuhkan konsistensi yang waktu yang baik, sehingga apabila dilakukan dengan benar maka seseorang akan mampu mencapai keefektifan dan produktivitasnya meski dikejar tenggat waktu. 

 

Langkah keenam dan ketujuh terkait dengan kesehatan mental. Kita dapat memasang lagu maupun aroma terapi agar lebih rileks saat mengejar tenggat waktu. Salah satu yang direkomendasikan terkait hal ini adalah dengan mendengarkan Subliminal Sound. Subliminal Sound sendiri memiliki frekuensi bunyi yang diatur sedemikian rupa untuk memengaruhi alam bawah sadar kita untuk bisa lebih tenang dan fokus dalam memenuhi suatu tugas. Adapun langkah terakhir adalah dengan memahami bahwa kita tidaklah sendiri. Kita dapat meminta bantuan atau keringanan tugas apabila suatu tenggat waktu belum bisa dicapai sesuai harapan. 

 

Tujuh langkah tersebut sangat perlu dipahami agar kita tetap dapat efektif dalam memenuhi tugas. Selain itu, ada baiknya pula agar kita mampu menyicil pekerjaan agar tekanan batin menjelang tenggat waktu ini dapat diminimalisir. Adapun, dengan memerhatikan sejumlah kondisi yang ada dan tetap fokus maka semua pekerjaan tentu dapat terselesaikan dengan baik dan tekanan batin dapat dikelola menjadi hal yang positif. 

 

Sumber Referensi: 

Newsonen, S. (n.d.). How To Excel Despite Deadline Stress. Retrieved from Happyologist: https://happyologist.co.uk/growth/how-to-excel-despite-deadline-stress/

 

 

Terancamnya Bahasa Daerah di Indonesia

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized

Berbicara tentang keragaman budaya Indonesia hampir tidak ada habis nya. Ini disebabkan karena Indonesia memiliki jumlah keragaman budaya yang sangat banyak. Salah satu keragaman budaya tersebut adalah bahasa. Bahasa sendiri diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Dengan adanya bahasa manusia akan mudah untuk menyampaikan pesan hingga ide dan gagasan nya yang ingin disampaikan kepada orang lain.

Tahukah kamu, kalau Indonesia merupakan negara ke-2 di dunia dengan jumlah bahasa daerah terbanyak di dunia? Ya, data ini telah dikonfirmasi per tahun ini oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bahwa Indonesia memiliki 718 bahasa daerah. Bahasa-bahasa daerah tersebut tersebar di seluruh penjuru negara, dan bagian timur Indonesia merupakan jumlah terbanyak dengan jumlah hingga 400 lebih bahasa. Melihat kergaman bahasa daerah di Indoenesia sudah sepatutnya kita sebagai warga negara bangga akan hal tersebut dan melestarikannya dengan berbagai cara seperti, menjadi penutur bahasa tersebut, hingga memperkenalkan kepada masyarakat luas.

Akan tetapi, banyaknya keragaman bahasa daerah di Indonesia tidak terlepas dari persoalan. Dilansir dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, sudah ada 11 bahasa daerah yang dinyatakan punah. Kebanyakan, daerah yang telah teridentifikasi punah berada di bagian timur Indonesia. Lebih dari itu, ada 25 bahasa daerah dikategorikan terancam punah, dan ini juga terjadi di wilayah timur Indonesia yaitu, Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Mengapa hal ini dapat terjadi? Menurut Pelaksana tugas Kepala Badan Bahasa Kemendikbud, Dadang Sunendar, hal ini terjadi lantaran penutur dari bahasa daerah tersebut sangat sedikit, apalagi bahasa daerah yang dikategorikan terancam punah , usia penutur nya di atas usia 20 tahun dan mereka tidak mewariskan bahasa tersebut hingga akhir hayat nya.

Adanya ancaman serius terhadap salah satu kekayaan budaya bangsa ini, menjadi perhatian serius oleh banyak pihak. Banyak upaya dilakukan untuk melestarikan bahasa-bahasa tersebut, tetapi secara realistis memang sulit untuk menjaga agar seluruh bahasa daerah tetap ada. Hal ini pun dikatakan oleh Dadang Sunendar, jika sumber daya manusia, biaya hingga jarak menyulitkan dalam pengupayaan pelestaran bahasa daerah. Akan tetapi, tetap ada beberapa cara untuk melestarikan bahasa tersebut, seperti melakuakn upaya konservasi dan revitalisasi. Konservasi dilakukan dengan cara mendokumentasikan bahasa daerah dalam bentuk kamus atau buku bacaan. Lalu, revitalisasi dilakukan di satuan institusi pendidikan dan juga komunitas masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat Indonesia pun diharapkan dapat membantu melestarikan bahasa-bahasa daerah dengan cara ikut mempeljari bahasa daerah dan membantu upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah.

 

Bagaimana Dunia Merayakan Hari Perempuan Internasional?

Posted Leave a commentPosted in Uncategorized

Setiap tanggal 8 Maret, masyarakat dunia merayakan Hari Perempuan Internasional. Jika dilihat dari sejarahnya, Hari Perempuan pertama kali dirayakan pada 28 Februari 1908 di kota New York, Amerika Serikat. Pada saat itu perempuan-perempuan di New York melakukan long march untuk menuntut pengurangan jam kerja, kesetaraan upah, dan hak suara. Kemudian, pada tahun 1909, Partai Sosialis Amerika Serikat meresmikan Hari Perempuan Nasional di tanggal 28 Februari.

Pada tahun 1911, Denmark, Austria, Jerman, dan Swis merayakan Hari Perempuan Internasional untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret. Namun, di tahun 1913 Hari Perempuan Internasional dipindah ke tanggal 8 Maret. Hingga pada tahun 1975, perserikatan Bangsa-Bangsa meresmikan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional. 

Di tahun 2020 ini, warga dunia semakin giat merayakan Hari Perempuan Internasional. Apa saja sih yang dilakukan oleh warga dunia untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2020 lalu? 

NEW YORK 

Di kota New York, Amerika Serikat, perayaan Hari Perempuan Internasional dilakukan di Washington Square Park dan Broadway. Warga New York diajak untuk bersama-sama berkumpul di Washington Square Park dan masing-masing diberikan bunga serta pesan-pesan inspiratif. Acara kemudian dilanjutkan dengan kelas-kelas kecil di Broadway yang bisa diikuti oleh seluruh warga kota New York. 

LONDON

Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional di London, Women TechMakers London menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan kontribusi perempuan di bidang teknologi. Dalam acara tersebut, peserta mendapat kesempatan untuk mendengarkan pembicara-pembicara inspiratif, mengikuti lokakarya, dan berkenalan dengan banyak perempuan-perempuan inspirasional di bidang teknologi serta bersama-sama merayakan Hari Perempuan Internasional.

DUBAI

Art4You Gallery di Dubai mendukung perayaan Hari Perempuan Internasional di Dubai dengan menyelenggarakan Women’s Empowerment Art Exhibition dengan tagar #Eachforequal. Dalam pameran ini, akan ditampilkan karya seni dari 22 seniman perempuan untuk mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam seni dan bisnis. 

JAKARTA 

Nah, kalau di Jakarta, warga Jakarta beramai-ramai melakukan marching di sepanjang jalan MH Thamrin untuk mengajukan 6 tuntutan, yaitu: (1) Tuntaskan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan, (2) Bangun Sistem Perlindungan Komprehensif Terhadap Perempuan, (3) Cabut Kebijakan Diskriminatif Gender, (4) Sahkan RUU PKS dan RUU Perlindungan ART, (5) Tolak RUU Omnibus Law, RKUHP, dan RUU Ketahanan Keluarga, dan (6) Hentikan Agenda Pembangunan yang Berpihak Pada Investor. Pada aksi marching ini Women’s March Jakarta dan GERAK PEREMPUAN mengangkat tema #Puanmenggugat. 

Melihat antusiasme warga dunia dalam merayakan Hari Perempuan Internasional, kita bisa sedikit berharap bahwa kesetaraan gender akan lebih cepat tercapai. Nah, kalau kamu, apa nih yang kamu lakukan untuk merayakan Hari Perempuan Internasional?

 

Referensi:

https://internasionalwomensday.com/

https://events.withgoogle.com/iwd2020-london/

https://instagram.com/womensmarchjkt